Presiden Prancis Macron Kecam Terorisme di Mozambik, Sebut Teroris Rugikan Agama Damai

Presiden Prancis Emmanuel Macron kembali lagi mencela terorisme Islamis. Kesempatan ini, Presiden Macron menyoroti tindakan intimidasi antek ISIS yang memotong kepala masyarakat dusun di Mozambik.

Presiden Macron menyebutkan tindakan teroris adalah beberapa orang barbar yang bikin rugi agama nyaman.

“Di Mozambik, lebih dari 50 orang dipotong, beberapa wanita dicuri, desa-desa dibakar. Beberapa orang barbar bajak agama nyaman untuk menyebar intimidasi,” tutur Presiden Macron lewat Twitter, Rabu (11/11/2020).

“Terorisme Islamis ialah bahaya internasional yang memerlukan satu tanggapan internasional,” dia menambah.

Au Mozambique, plus de 50 personnes ont été décapitées, des femmes kidnappées, des villages pillés puis incendiés. Des barbares détournent une religion de paix pour semer la terreur : le terrorisme islamiste est une menace internationale qui appelle une réponse internationale.

Perkataan Macron kembali lagi ulangi di Twitter memakai Bahasa Portugis yang digunakan di Mozambik. Masalah pemenggalan berlangsung daerah pedesaan Mozambik. BBC memberikan laporan aktor masih berkaitan jaringan ISIS.

Awalnya, Presiden Macron mencela terorisme Islamis sesudah ada pembunuhan guru di Prancis. Perkataan Macron menyebabkan pro-kontra, selanjutnya dia menulis klarifikasi jika dia tidak anti-Islam, tetapi perlakuan radikal yang membawa-bawa nama agama.

Barisan militan yang disebut selaku antek ISIS menyerbu warga-warga Dusun Muatide serta Nanjaba di Mozambik. Lebih dari 50 orang disampaikan meninggal dipotong.

Korban dilakukan di atas lapangan bola dalam suatu dusun. Tidak cuman dipotong, korban dimutilasi.

Disampaikan BBC, Selasa 10 November 2020, pemenggalan ini adalah serangkaian gempuran militan berkaitan ISIS di Propinsi Cabo Delgado semenjak 2017. Daerah itu kaya gas.

Keseluruhan korban telah melewati 2.000 orang serta 430 ribu orang kehilangan rumah mereka di propinsi yang sebagian besar Muslim itu.

Militan itu berkaitan dengan barisan ISIS, membuatnya selaku injakan ISIS di selatan Afrika.

Barisan itu disebutkan mengeksploitasi kemiskinan serta pengangguran untuk mengambil beberapa anak muda untuk menegakan pemerintah Islam di tempat itu.

Beberapa militan disampaikan bertakbir saat menyerbu. Mereka membakar beberapa rumah saat menyerbu dusun Nanjaba pada Jumat malam 7 November 2020 waktu di tempat.

Mozambique News Agen berbicara 2 orang dipotong di dusun itu. Beberapa wanita dicuri.

Secara terpisah, militan itu ikut menyerbu Dusun Muatide dengan beringas. Di dusun itu lebih dari 50 orang dipotong.

BBC memberikan laporan rakyat Mozambik terkejut dengan gempuran itu serta minta ada resolusi nyaman.

Pemerintahan Mozambik minta kontribusi internasional untuk menantang militan itu. Pasukan Mozambik disebutkan perlu training spesial.

Ini bukanlah pertamanya kali ada masalah ironis di Cabo Delgalo. Pada April 2020, ada 50 orang yang dipotong serta ditembak kepalanya di dusun.

Awalnya bulan ini, ada 9 orang yang kepalanya dipotong.

Permasalahannya ialah, barisan HAM menyebutkan pasukan HAM di Mozambik lakukan pelanggaran HAM, seperti penangkapan tanpa ada alasan, penganiayaan, serta pembunuhan, dalam usaha menahan militan.

ISIS dipastikan kalah keseluruhan di daerah Suriah oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF). Walau itu adalah pukulan tepat, raibnya wilayah kantong kecil di dekat tepian Irak-Suriah itu bukan bermakna rutinitas barisan itu tamat.

error: Content is protected !!