Raja Salman dari Arab Saudi Desak Dunia Bersikap Tegas ke Iran Soal Rudal Nuklir

Raja arab saudi salman bin abdulaziz al saud menekan dunia untuk ambil “sikap keras”. Buat menangani usaha iran untuk meningkatkan program rudal nuklir serta balistik. Dalam pidato tahunannya ke tubuh penasihat pemerintahan paling tinggi.

“kerajaan itu mengutamakan bahaya project regional iran. Campur tangannya di negara lain. Peningkatan terorisme. Mengipasi api sektarianisme serta ajakan untuk sikap keras dari komune internasional pada iran yang jamin perlakuan mencolok dari usahanya untuk mendapatkan senjata pembasmi massal serta meningkatkan program rudal balistiknya.” kata raja salman. Seperti merilis situs al jazeera. Kamis (12/11/2020).

Hal tersebut dikatakan dalam pidato khalayak pertama pimpinan berumur 84 tahun itu semenjak ia menyampaikan pidato di muka majelis umum federasi bangsa-bangsa di bulan september lewat link video. Di mana ia mengincar iran dengan menyumpah “pengembanganonisme”-nya.

Arab saudi yang disebut sebagian besar muslim sunni serta iran yang dikuasai syiah terkunci dalam beberapa perang proksi di daerah itu. Terhitung di yaman di mana konsolidasi yang dipegang saudi sudah melawan pergerakan houthi yang memihak pada teheran lebih dari lima tahun.

Selama ini tidak ada reaksi langsung dari iran atas pengakuan raja itu.

Saat itu. Faksi teheran memvisualisasikan pengakuan raja salman di pbb selaku “dakwaan tidak berdasarkan” serta menentang mempersenjatai barisan di timur tengah.

Kantor informasi negara spa mengeluarkan transkrip komplet pidato raja sesudah larut malam. Serta tv pemerintahan menyiarkan beberapa foto yang memperlihatkan jika raja sedang bicara ke anggota dewan lewat link video dari istananya di neom.

Kemelut bertambah di teritori itu semenjak presiden amerika serikat donald trump memikat as keluar dari persetujuan nuklir penting dengan kemampuan dunia pada 2018 serta menetapkan kembali lagi sangsi ekonomi yang ketat pada republik islam itu.

Jalinan yang dipunyai trump dengan putra mahkota saudi mohammed bin salman (mbs) sudah memberi penyangga pada kritikan internasional atas catatan hak asasi riyadh yang dipacu oleh pembunuhan wartawan saudi jamal khashoggi. Peranan riyadh dalam perang yaman serta penahanan aktivis wanita.

Tetapi. Presiden dipilih as joe biden janji dalam kampanyenya untuk memandang kembali lagi jalinan dengan kerajaan. Exportir minyak khusus serta konsumen senjata serta perlengkapan militer as.

Arab saudi ialah simpatisan semangat dari kampanye “desakan maksimal” trump pada iran. Tetapi biden menjelaskan ia akan kembali pada kesepakatan nuklir 2015 di antara kemampuan dunia serta teheran. Persetujuan yang dinegosiasikan saat biden jadi wapres dalam pemerintah barack obama.

Di yaman. Di mana perang sudah tewaskan beberapa puluh ribu orang serta memacu kritis kemanusiaan. Raja salman menjelaskan kerajaan lagi memberikan dukungan usaha yang dipegang pbb untuk capai penuntasan politik.

Ia menyumpah apa yang ia sangka selaku sasaran “menyengaja serta metodologis” pergerakan houthi pada masyarakat sipil di arab saudi lewat drone serta rudal balistik.

Riyadh bekerja untuk jamin kestabilan suplai minyak global untuk layani produsen serta customer. Walau covid-19 berpengaruh pada pasar minyak. Kata raja.

Ia mengulang suportnya yang telah lama untuk jalan keluar dua negara untuk perselisihan israel-palestina. Tapi tidak merujuk pada kesepakatan yang ditengahi as yang diberi tanda tangan di antara uni emirat arab. Bahrain serta sudan untuk menormalkan jalinan dengan israel.

Saat itu. Riyadh sembunyi-sembunyi sudah menyepakati persetujuan uea serta bahrain. Walau sudah stop memberi dukungan. Serta sudah menyaratkan jika faksinya tidak siap untuk ambil perlakuan sendiri.

Beberapa orang disampaikan terluka habis bom meledak di penyemayaman non muslim kota jeddah arab saudi hari rabu (11/11). Gempuran bom berlangsung di tengah-tengah peringatan perang dunia 1 di penyemayaman itu.

 

error: Content is protected !!