Ulama Arab Saudi: Ikhwanul Muslimin Tak Cerminkan Nilai Islam

Ulama senior arab saudi setuju jika ikhwanul muslimin (muslim brotherhood) tidak menggambarkan islam. Group itu ditekankan selaku barisan teroris.

Berdasar laporan arab news. Rabu (11/11/2020). Dewan ulama senior saudi berbicara ikhwanul muslimin mengusik kebersama-samaan dalam negara serta lakukan penghasutan untuk raih kekuasaan.

Ikhwanul muslimin ditunjuk memakai samaran agama untuk cari kekuasaan. Ulama senior saudi menyebutkan barisan itu mempunyai riwayat berlebihanisme serta terorisme.

Saudi press agen lalu memberikan laporan jika dewan ulama senior larang wujud suport apa saja ke ikhwanul muslimin.

Semenjak 2014. Kerajaan arab saudi sudah memasukkan ikhwanul muslimin ke daftar hitam selaku organisasi teroris. Warga tidak boleh masuk di anggota itu atau memberi simpati berbentuk lisan atau tulisan.

Dewan ulama saudi menyebutkan ikhwanul muslimin memberikan inspirasi terciptanya banyak barisan berlebihanis serta teroris yang bertanggungjawab pada kejahatan di dunia.

Warga lalu disuruh awas pada ikhwanul muslimin serta rutinitasnya.

Ikhwanul muslimin dibuat di mesir pada 1928 oleh hasan al banna. Muhammad mursi adalah figur dari ikhwanul muslimin. Dia jadi presiden pada juni 2012 serta dilengserkan satu tahun setelah itu.

Menurut the washington institute. Dahulu jalinan arab saudi serta ikhwanul muslimin sebenarnya cukup hangat. Hasan al banna disongsong secara baik oleh raja faisal.

Jalinan saudi serta ikhwanul mulai panas sepanjang satu dasawarsa paling akhir sebab permasalahan ideologi politik. Arab saudi memberikan dukungan pelengseran presiden mursi.

Kementerian sosial (kemensos) salurkan dana kontribusi sosial keluarga bekas terorisme serta radikalisme sebesar rp 1.2 miliar ke 80 bekas terpidana terorisme (napiter) yang menyebar di delapan propinsi di indonesia.

Sebagai wakil menteri sosial juliari p. Batubara. Direktur pelindungan sosial korban musibah sosial kemensos ri. Sunarti menerangkan pemberian kontribusi ini untuk menggerakkan supaya masyarakat binaan bekas pemasyarakatan terutamanya bekas napiter bisa jalankan peranan sosialnya kembali lagi di tengah-tengah warga. Dengan mengawali usaha.

“ini sisi dari stimulan untuk pengokohan secara psikososial ke mereka serta ekonomi keluarganya supaya bisa kembali lagi ada di tengah-tengah warga dengan tenteram serta sanggup meningkatkan talenta serta upayanya.” terang sunarti dalam penjelasannya. Senin 2 november 2020.

Seperti instruksi presiden joko widodo ke menteri sosial juliari untuk ambil sisi dalam perlakuan bekas terpidana teroris. Yang oleh kemensos ditempatkan dalam barisan sisa masyarakat binaan pemasyarakatan (bwbp). Yang ditunjuk ke kemensos serta dikerjakan secara bersinergi serta menyertakan bermacam faksi.

Selain itu. Lanjut sunarti. Pemberian kontribusi ini diperuntukkan untuk memberi pengokohan nasionalisme ke mereka (bekas napiter) serta usaha deradikalisasi lewat pengokohan ekonomi.

“kita bekerja bersama dengan tubuh nasional pengendalian terorisme (bnpt) lakukan kolaborasi. Diantaranya lewat analisis serta referensi data dari bnpt ke kemensos yang dituangkan dalam mou di antara kemensos serta bnpt no.satu tahun 2018. Dengan salah satunya maksudnya untuk kembalikan peranan sosial bekas napiter lewat pemberian bansos keluarga bekas terorisme serta radikalisme.” terang ia.

Pemberian bansos keluarga bekas terorisme serta radikalisme berbentuk modal usaha ini. Selanjutnya bisa diteruskan dengan pengiringan sosial yang berkepanjangan.

Salah satunya yang menerima faedah kontribusi. Em (41 th) akui suka dengan kontribusi yang diberi pemerintahan sebab kontribusi ini bisa dipakai untuk mengawali hidup baru.

“kontribusi ini saya pakai untuk meningkatkan usaha berjualan martabak. Alhamdulillah saat ini saya dapat menjaga keluarga serta kembali pada warga.” terangnya.

Berlangsung beberapa serangan di perancis sepanjang tahun-tahun ini yang dikatakan sebagai tindakan terorisme.

 

error: Content is protected !!